Tentang Kami

 

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS : 085712999772

WhatsApp : 085712999772

Email : SpiritualPower88@gmail.com

 

Call Center 2

Telepon & SMS : 082223338771

WhatsApp : 082223338771

Email : bagianpemesanan@gmail.com

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)
Contoh : +6282223338771

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

Wiro Sableng

Legenda Wiro Sableng

Siapa yang tidak kenal Wiro sableng? Wiro Sableng merupakan tokoh fiksi yang diciptakan oleh Bastian Tito. Dibalik kisah fiksi, ternyata diketahui tokoh Wiro Sableng benar-benar NYATA! Siapa sangka cerita fiksi ini berhubungan dengan legenda zaman dulu.

 

Sejak ribuan tahun yang lalu peradaban di nusantara telah terbentuk, antara fakta dan legenda mewarnai keberadaan bangsa ini, masyarakat yang kaya akan budaya justru menjadi warna tersendiri sehingga membedakan antara satu daerah dengan daerah lain nya. Mitos, legenda maupun cerita rakyat terkait tentang kejayaan masa lalu pun hingga sekarang masih banyak yang mempercayai , tidak hanya masyarakat tradisional saja yang percaya akan mitos dan legenda namun masyarakat modern pun percaya akan hal tersebut sehingga memperkaya adat dan budaya yang ada di negeri ini

 

Legenda ataupun mitos tentang asal mula terjadinya suatu tempat maupun kisah-kisah para pendekar yang termasyhur di jaman nya masih di kenal sampai sekarang dan keberadaannya pun dijaga oleh masyarakat sehingga menjadi sosok leluhur yang masih di hormati salah satunya dengan mengadakan peringatan maupun upacara adat untuk menghormati arwah para leluhur, sehingga muncullah kisah mistis dari tokoh-tokoh legenda ini.

 

Salah satu legenda yang masih terjaga dan ada hingga sekarang adalah cerita tentang pendekar sakti madra guna yang berperilaku sederhana dan cenderung gila. Ia adalah Wiro Sableng.  

Ya, legenda Wiro Sableng alias Pendekar Sableng yang sakti mandra guna. Berani membela yang benar dan menumpas kejahatan. Dengan gayanya yang khas bak seorang yang menderita gangguan jiwa. Dialah si Wiro Sableng.

 

Siapa yang tidak mengenal Wiro Sableng atau pendekar 212, beliau adalah salah satu tokoh legenda dunia persilatan. Menurut legenda masyarakat setempat, Wiro terlahir dengan nama Wiro Saksono yang sejak bayi telah menjadi yatim piatu, ibunya bernama suci dan ayahnya raden romo weleng, ke dua orang tuanya di bunuh oleh gerombolan perampok yang dipimpin oleh suranyali, setelah membunuh ke dua orang tua nya. Para perampok itu kemudian membakar rumah yang ditinggali oleh orang tua Wiro Sableng, pada saat perampokan, Wiro yang masih bayi di sembunyikan ibunya di kolong tempat tidur.

 

Ketika rumah tersebut di bakar ada seorang nenek sedang lewat mendengar suara tangisan bayi, sang nenek yang nota bene adalah seorang pendekar dengan sekuat tenaga menolong bayi dari dalam rumah yang terbakar itu. Bayi Wiro pun dibawa ke puncak gunung gede tempat nenek tersebut tinggal Wiro pun dirawat dan dan dijadikan murid oleh nenek yang ternyata bernama sinto gendeng.

 

Setelah digembleng selama 17 tahun akhirnya Wiro diijinkan untuk turun gunung. Misi pertamanya adalah membalas dendam kematian kedua orangtuanya.

Wiro Sableng dikenal mempunyai ilmu kanuragan yang mumpuni dan beragam. Ilmu tersebut ia peroleh dari guru utamanya yaitu Eyang Sinto Geni, alias Eyang Sinto Gendeng, alias Sinto Gilan, seorang nenek tua yang mempunyai kepandaian silat tinggi dan sangat disegani oleh tokoh-tokoh silat baik golongan hitam maupun golongan putih.

 

Selain di bekali beragam ilmu kanuragan Wiro Sableng juga dibekali oleh sinto gendeng berupa senjata berupa kapak,yang diberi nama kapak maut naga geni 212 dan Wiro pun memiliki rajah "212" di dadanya sehingga membuatnya semakin perkasa. Selain ilmunya di peroleh dari guru utamanya, Wiro juga memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan berkelana kepenjuru nusantara dan dunia seperti ke cina dan jepang. Sehingga dia mendapatkan ilmu kanuragan dari banyak guru.

 

Wiro Sableng adalah pendekar yang memiliki karakter kuat dimana kata sableng dilekatkan di belakang namanya karena karakternya yang suka bercanda dan cenderung selengekan, karakter yang "ngedan" ini terbentuk karena termindset sejak bayi dia tidak pernah berkumpul dengan siapapun hanya dengan gurunya saja yang juga memiliki katakter yang juga selengekan dan suka bercanda dan dari hal tersebut secara otomatis membentuk perilakunya,  namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia sifat dan sikap Wiro cenderung berubah dan terlihat matang serta bijaksana. Berpikirnya pun lebih dewasa serta mengurangi kesablengannya yang kadang menyakiti perasaan orang lain.

 

Begitulah legenda Wiro Sableng. Pendekar sakti rendah hati nan memiliki selera humor tinggi ini sangat mengena di hati masyarakat hingga banyak sekali yang ingin belajar ilmu kanuragan yang dimilikinya.

  • Dendam Orang-orang Sakti

    Saat itu dia berada di tepi sebuah jurang. Dalam larinya tadi dia tak memperhatikan lagi ke mana tujuannya sehingga di mana dia berada saat itu adalah satu tempat yang jarang didatangi manuisia. Sunyi senyap mencengkam menegakkan bulu roma. Matanya yang berkunang-kunang, pemandangannya yang semakin mengelam dan daya tenaga yang sudah habis sampai ke batasnya membuat tubuhnya tak ampun lagi jatuh terperosok ke dalam jurang ketika salah satu kakinya terserandung di bebatuan yang menonjol di tepi jurang.

  • Empat Berewok Dari Goa Sanggreng


    “Ini!” kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. ”Berikan sama dia! Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?” Orang yang bernama Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.


    ”Kalau dia banyak bacot…..,” kata laki-laki berkumis melintang itu pula, ”bikin beres saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!” Kalingundil berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.


    ”Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!” Dibulatkannya tinju kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.


    ”Brakk!!”
    Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yang hampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-maki seorang diri.

  • Keris Tumbal Wilayuda

    SUARA beradunya berbagai macam senjata, suara bentakan garang ganas yang menggeledek di berbagai penjuru, suara pekik jerit kematiansera suara mereka yang merintih dalam keadaan terluka parah dan menjelang meregang nyawa, semuanya menjadi satu menimbulkan suasana maut yang menggidikkan!


    Di mana-mana darah membanjir! Di mana-mana bertebaran sosok-sosok tubuh tanpa nyawa! Bau anyir darah memegapkan nafas, menggerindingkan bulu roma! Pertempuran itu berjalan terus, korban semakin banyak yang bergelimpangan, mati dalam cara berbagai rupa. Ada yang terbabat putus batang lehernya. Ada yang robek besar perutnya sampai ususnya menjela-jela. Kepala yang hampir terbelah, kepala yang pecah, dada yang tertancap tombak. Kutungan-kutungan tangan serta kaki!

  • Kisah di balik kesaktian Kapak Naga Geni 212

    Sinto gendeng sang guru utama wiro sableng menyatakan kalau dialah sang pembuat Kapak Naga geni 212, Namun pengakuan itu disanggah rekan seperguruan nya yang bernama Tua Gila bahwa kapak ini adalah warisan dari guru mereka sewaktu muda yaitu Eyang Kyai Gede Tapa Pamungkas.

    Misteri di balik kisah seputar kapak ini terus berkembang. Kapak ini pun diperoleh eyang kyai gede tapa pamungkas dengan cara yang tidak mudah, selain harus bertapa di puncak gunung gede yang di kenal angker ia juga harus mengalahkan ribuan godaan baik dari alam nyata maupun alam lelembut yang berusaha menggoyahkan niatnya untuk mendapatkan senjata sakti ini.namun akhirnya segala rintangan pun terlalui tanpa sia-sia. Kapak maut naga geni 212 ternyata berasal dari penjelmaan naga jantan. Memiliki pasangan sebuah senjata penjelmaan naga betina. Pedang naga suci 212.

  • Maut Bernyanyi Di Pajajaran


    Di bawah terik panasnya matahari di siang bolong itu maka bertiuplah angin kencang dan gersang. Debu pasir di pedataran beterbangan ke udara, memekat tebal, menutup pemandangan beberapa saat lamanya.
    Suara siulan aneh yang melengking-lengking membawakan lagu tak menentu terdengar di lereng bukit di ujung pedataran. Siulan aneh ini seperti mau menerpa dan menumbangkan hembusan angin gersang yang datang dari pedataran. Tiba-tiba sekali suara siulan aneh ini terhenti! Sebagai gantinya mengumandangkan suara tertawa mengekeh di seantero bukit.
    Pemuda berpakaian putih yang ada di puncak bukit saat itu memandang ke samping. Sebelum jelas telinganya menangkap suara tertawa tadi sejenis cairan harum telah melesat ke arahnya. Kalau saja dia tidak cepat-cepat melompat ke belakang pastilah sebagian mukanya kena disambar cairan itu. Cairan yang tak mengenai si pemuda baju putih rambut gondrong ini menghatam pohon besar. Bukan olah-olah hebatnya semburan cairan aneh tadi itu!….